haiii....

Rabu, 04 September 2013

شعير العربي


Berikut ini adalah sebuah kutipan syair yang diriwayatkan di dalam buku karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah membuat Imam Ahmad menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Hal ini menunjukkan betapa lembut dan pekanya hati Imam Ahmad terhadap hal-hal yang mengingatkan manusia kepada Rabbnya, dosa-dosanya, dan kehidupan akhirat.

Syair Pelembut Hati

Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?!
Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!”
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…
Aku terus menghibur diri dengan angan-angan (dunia) dari waktu ke waktu…
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu…
Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…
Saat sakaratulmaut yang dahsyat itu benar-benar datang, siapakah yang mampu melindungiku…
Aku melihat wajah orang-orang… Tidakkah ada diantara mereka yang mau menebusku?!
Aku akan ditanya, tentang apa -yang kukerjakan di dunia ini- yang dapat menyelamatkanku…
Maka bagaimanakah jawabanku setelah aku lupakan agamaku…
Sungguh celaka aku… Tidakkah ku dengar firman Alloh yang menyeruku?!
Tidakkah pula kudengar ayat-ayat yang ada di Surat Qoof dan Yasin itu?!
Bukankah kudengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkan, dan hari pembalasan itu?!
Bukankah kudengar pula panggilan kematian yang terus melayangkan panggilan dan seruan kepadaku?!
Maka ya Robb… akulah hambamu yang bertaubat… Tidak ada yang dapat melindungiku,
Melainkan Robb yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Karunianya… Dia-lah yang menunjukkan hidayah kepadaku
Aku telah datang kepada-Mu… maka rahmatilah aku, dan beratkanlah timbanganku…
Ringankanlah hukumanku… Sungguh Engkaulah yang paling kuharapkan pahalanya untukku

Versi Bahasa Arab Syair yang Membuat Imam Ahmad Menangis

إذَا مَا قَالَ لِي رَبِّي أمَا استحييتَ تَعصينِي … وتُخفي الذَّنبَ عن خَلْقي وبالعصيان تأتيني
فكيف أجيب يا ويحي ومن ذا سوف يحميني … أسلي النفس بالآمال من حين إلى حينِ
وأنسى ما وراء الموتِ ماذا بعدُ تكفيني … كأني قد ضمِنْتُ العيشَ ليس الموت يأتيني
وجاءت سكرة الموتِ الشديدةُ من سيَحْميني … نظرتُ إلى الوجوهِ أليسَ منهم من سيفديني
سأُسْأَل ما الذي قدَّمتُ في دنيايَ يُنجيني … فكيف إجابتي من بعدُ ما فرَّطتُ في ديني
ويا ويحي ألم أسمع كلام الله يدعوني … ألم أسمع بما قد جاء في قافٍ وياسينِ
ألم أسمع بيوم الحشر يوم الجمع والديني … ألم أسمع منادي الموتِ يدعوني يناديني
فيَا ربَّاه عبدٌ تائبٌ من ذا سيأويني … سوى ربٍّ غفورٍ واسعٍ للحقِّ يهديني
أتيتُ إليك فارحمني وثقِّل فِي موازينِي … وخفف في جزائي أنت أرجى من يُجازيني

Pentingnya Bahasa Arab

Mengapa Bahasa Arab penting untuk kita pelajari?kenapa harus belajar bahasa arab? Karena bahasa arab adalah bahasa Al Qur’an. Dan kita ketahui bahwa Al Qur’an adalah pedoman hidup semua manusia yang benar yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Singkatnya Al Qur’an pedoman hidup kita semua. Selain itu, bahasa arab pun merupakan bahasa ibadah kepada Allah seperti sholat, dan berhaji.
Jadi, dengan belajar bahasa arab, kita mampu, bisa, untuk memahami Al Qur’an dan bacaan-bacaan saat sholat. Dengan memahami artinya, insyaAllah kita bisa lebih mengerti dan menerapkan perintah Allah dalam kehidupan manusia. Logikanya, bagaimana kita bisa sungguh-sungguh dalam beribadah jika kita tidak paham apa yang kita baca? Jadi bahasa arab itu penting sekali.
Baiklah kita ambil contoh. Dulu saat masih sekolah, saya ingin sekali belajar bahasa inggris agar bisa mengerti teks film-film barat maupun bahan bacaan seperti koran, text book dll. Dan saat mengerti bahasa inggris, semuanya sangat mudah Alhamdulillah. Bisa baca text book, mengerti percakapan di film tanpa subtitle dll. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah kunci pengetahuan. Jika kita mengerti bahasa inggris yang berhubungan dengan pengetahuan maupun hiburan, lalu bagaimana dengan bahasa arab yang berhubungan langsung dengan kehidupan dunia akhirat? Tidak kah itu lebih penting kawan? Ya, saya juga menyesal kenapa tidak dari kecil belajar bahasa arab, tapi kita diwajibkan menuntut ilmu sampai liang lahat, jadi tidak ada kata terlambat ;).
Sekarang lanjut ke jawaban sederhana tentang penolakan-penolakan. Manusia kan sukanya menolak, termasuk saya hehe, saat dikasih saran terutama. Berikut adalah beberapa pertanyataan (lebih tepatnya penolakan) saat ingin belajar bahasa arab – pengalaman pribadi hehe.

Selain sebagai bahasa surga (Lughotul Arobiyah Hiya Lughotul Jannah),bahasa arab juga telah banyak dipelajari hampir di semua sekolah yang berbasis pondok pesantren,madrasah dan yang lainnya.Karena sebagai umat Islam,kita pun membutuhkannya untuk memahami Al-Qur'an,hadits,tafsir maupun kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab.
Bahasa ini juga yang digunakan para nabi kita terdahulu,dan bisa kita simpulkan bahwa bahasa telah ada ribuan tahun yang lalu dan tidak pernah ditinggalkan oleh manusia.
Memahami bahasa Arab menjadikan kita selamat dari syubhat-syubhat dan bid’ah. Imam Syafi’I rahimahullah berkata, “Tidaklah kebodohan dan perbedaan-perbedaan yang terjadi pada manusia (umat muslim) melainkan karena mereka meninggalkan bahasa Arab dan mereka lebih memilih bahasa Aristoteles (bahasa orang barat).”
Keistimewaan belajar bahasa arab
Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan secara luas di planet ini. Bahasa Arab merupakan bahasa utama dari 22 negara, digunakan oleh lebih dari 250 juta orang. Bahasa ini juga merupakan bahasa kedua pada negara-negara Islam karena dianggap sebagai bahasa spiritual Islam - salah satu agama-agama besar dunia (kita membicarakan tentang lebih dari 1 miliar orang!).

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tetap di
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Alasan lain yaitu bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tertua yang hidup di dunia, dan merupakan bahasa asli dari banyak bahasa, bahkan ada teori yang menyatakan bahwa "bahasa Arab merupakan asal dari bahasa-bahasa" dan mereka yang mengadopsi teori ini berlandaskan pada kenyataan bahwa orang Arab dapat melafalkan suara apapun dalam bahasa manapun di dunia dengan mudah, di lain pihak banyak orang-orang bukan-Arab yang kesulitan mengucapkan beberapa huruf Arab yang tidak terdapat dalam bahasa asli mereka (contohnya huruf dhad tidak digunakan dalam bahasa manapun di dunia, dan bahasa Arab sering disebut sebagai bahasa dhad).